Pengikut

Shout Box


ShoutMix chat widget

jam

Diberdayakan oleh Blogger.

rss

About Me

Foto saya
Seorang yang mencoba menapaki jalan kehidupan dengan belajar tentang hidup dan kehidupan. Lahir dari keluarga sederhama 20 tahun lalu. Sekarang sedang belajar Fisika di Universitas Negeri Yogyakarta

Rabu, 01 Juni 2011

Perhatianmu Hanya Khusus di Ruang Rindu

Sepi. Tapi hati ini tak hening. Telah sekian lama kesenyapan yg merupakan mantra keromantisan dikoyak kerinduan akan perhatianmu. kini kau tak peduli.

Malam ini senyap kembali menghampiri. Mencoba menenangkan hati dengan pikiran dan duga yang positif.

Aku duga bahwa ini adalah caramu memperhatikanku. Perhatianmu adalah khusus di ruang rindu. Ruang intim yang begitu rahasia d.dalam jiwa. Yang tertitip bersama angin yang menggugurkan daun. Bukan ruang publik yg mudah d.baca dan rasa siapa saja.

Kau tak ingin ungkapkan perhatian lewat media kecuali kata dari pita suaramu yang manja. Sehingga sensasi rasanya bervibrasi dalam hati. Karena memang itu yang bisa ungkap perhatianmu. Bahasa hati yang dideteksi dengan penala hati.

Terima kasih atas tak kepedulianmu yang membuatku semakin merasa kau pedulikan.

#dariku yang miskin perhatian

Rabu, 30 Maret 2011

Percakapan Ibu dengan Dara Remajanya

PERCAKAPAN IBU DENGAN GADIS REMAJANYA


Bulan diluar bersinar sempurna
Waktu di balik kaca
Seorang ibu duduk bersanding gadis remajanya

Wajah manis bulan
Baru saja nampak dari kaca buram
Dari tepi langit jingga malam kelam

‘bulan ini kau dewasa’ ibu mulai cakap
gadis remaja masih saja terdiam
‘sudah bukan kanak manja’
gadis hanya bicara lewat tatap mata dan senyum mesra

Bulan diluar mulai menepi
Melewati rerimbunan ditepi hutan seberang jalan
‘bu, mengapa ibu setia berkarier sebagai ibu rumah tangga?
Bukankah ada karier yang lebih menjanjikan ?’
Suara gadis remaja memecah kesunyian beberapa saat

Ibu tersenyum simpul penuh makna sayang
‘nak, menjadi ibu itu sulit
Tapi itu elit.
Nak, menjadi isteri itu tak mudah
Tapi itu indah’

Angin berdesir sedikit menyisipi percakapan
Mengalun lembut membelai kesepian
Bulan sudah mulai mendekati peraduannya

‘suatu hari nanti kau akan mengerti.
Wanita itu mulia bila menjadi isteri
Tambah bahagia bila menimang buah hati’

‘akan tiba waktunya
Kau akan jauh dari ibu
Tidak lagi dalam dekapan ayah
Ya,
Hari-harimu akan kau habiskan
dengan lelaki asing yang menjadi teman perjalanan
mengurus rumah dan mendidik buah cinta’

fajar telah menyingsing
ketika percakapan mereka terhenti
malam itu gadis remaja mendapat petuah sakti
bersama fajar yang datang dan bulan yang hilang
terendap dalam hatinya
cakap ibunya di malam purnama



#untuk yang mengendap di dalam hati
Boyolali, 26 Maret 2011
Sabtu malam yang setia dengan kemesraan

LOSTBOY_013