Malam ini senyap kembali menghampiri. Mencoba menenangkan hati dengan pikiran dan duga yang positif.
Aku duga bahwa ini adalah caramu memperhatikanku. Perhatianmu adalah khusus di ruang rindu. Ruang intim yang begitu rahasia d.dalam jiwa. Yang tertitip bersama angin yang menggugurkan daun. Bukan ruang publik yg mudah d.baca dan rasa siapa saja.
Kau tak ingin ungkapkan perhatian lewat media kecuali kata dari pita suaramu yang manja. Sehingga sensasi rasanya bervibrasi dalam hati. Karena memang itu yang bisa ungkap perhatianmu. Bahasa hati yang dideteksi dengan penala hati.
Terima kasih atas tak kepedulianmu yang membuatku semakin merasa kau pedulikan.
#dariku yang miskin perhatian
